This web compatible with Internet Explorer 7 and Firefox 3 or above>>>>>Spreadfirefox Affiliate Button<<<<<
Showing posts with label INDONESIAN FAMOUS. Show all posts
Showing posts with label INDONESIAN FAMOUS. Show all posts

Pendiri Yahoo Messenger Tiny




Banyak yang mengira program (perangkat lunak) bernama YMTiny (Yahoo Messenger Tiny) dibuat pengembang asal luar negeri. Ternyata, YMTiny dibangun orang Indonesia: Yusuf Arief Rahmanto, kelahiran Makassar, 1 Mei 1978. Selain itu, ia juga membuat program gratis bernama Eazy SMS Gateway dan Kamus Orisinil. Serta tengah menyelesaikan perangkat lunak untuk pengisian pulsa atau akrab disebut server pulsa.

Salah satu jenis komunikasi teks melalui internet yang populer adalah chatting melalui Yahoo Messenger atau YM. Sebagian penggemar chatting YM lewat telepon genggam pasti tak asing dengan perangkat lunak bernama YMTiny.

Dengan program kecil YMTiny yang di-install pada telepon genggam, kita bisa tersambung ke server YM dan dapat chatting layaknya di komputer. Program ini gratis meski tetap ada biaya akses internet di telepon genggam.

YM via telepon genggam disukai para kaum muda karena selain memberi citra ”gaul”, chatting kepada sesama YM jauh lebih murah dibandingkan dengan mengirim teks lewat SMS. Apalagi biaya akses internet via GPRS relatif makin murah.

Antarmuka YM yang user friendly dan ringan diakses dari telepon genggam membuat chatting lewat YMTiny tak terlalu boros pulsa karena aliran data terbilang kecil dibandingkan dengan produk serupa.

YMTiny bisa di download dari situs web www.orisinil.com atau di web-web lain seperti www.getjar.com. Program ini populer di kalangan pencinta chatting via telepon seluler karena dibagikan gratis.

Banyak yang mengira program ini dibuat pengembang asal luar negeri. Ternyata, YMTiny dibangun orang Indonesia: Yusuf Arief Rahmanto.

”Saya membuat program ini secara tidak sengaja. Tadinya program ini saya buat untuk mendukung penelitian untuk tesis saya,” kata Yusuf. Tesis S-2 Yusuf terkait computer science yang berhubungan dengan instant messaging.

Program itu dia buat tahun 2007. Sebenarnya sudah ada program serupa lainnya yang populer, di antaranya eBuddy, Agile Messenger, dan Mig33. Tetapi, Yusuf nekat ikut masuk, bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar dari luar negeri.

”Baru beberapa bulan diluncurkan, programnya sudah banyak diunduh orang. Beberapa situs yang menyediakan layanan download gratisan juga memasang YMTiny,” katanya.

Apakah kemudian sukses itu juga diikuti dengan sukses dalam tesis Yusuf?

”Sampai sekarang tesisnya belum selesai juga he-he-he,” kelakarnya.

Banyak respons yang diterimanya, baik dari dalam maupun luar negeri. Ada juga yang minta fitur tambahan. ”Saya tak punya cukup waktu untuk mengembangkan fitur-fitur YMTiny. Secara teknis bisa terkendala waktu luang saya,” katanya.

Walau banyak program serupa yang dirilis komersial dan sukses di pasaran, seperti Agile Messenger, Yusuf tetap nyaman dengan menggratiskan program itu. ”Tujuannya memang bukan komersial. Kalau mau dibangun lebih besar lagi, kendalanya lagi-lagi waktu.”

Yusuf bekerja sebagai programmer di Universitas Atma Jaya, Jakarta. Dengan pekerjaan tetap ini, ia hanya bisa sesekali muncul lewat blog-nya di www.orisinil.com untuk menjawab beberapa pertanyaan yang masuk.

Program YMTiny diluncurkan saat popularitas YM sedang naik. Karena itulah dalam waktu relatif pendek YMTiny telah diunduh ribuan orang. ”Data total tidak tercatat karena program ini gratis dan bisa diunduh dari banyak web,” katanya.

”YMTiny langsung terhubung ke server Yahoo, tidak melewati server perantara. Saya tak memasang statistik yang bisa terhubung pada saya sehingga tidak tahu berapa penggunanya,” jelas Yusuf.

Dari laporan pengguna, bandwidth yang digunakan menjalankan YMTiny lumayan kecil. YMTiny dikhususkan untuk telepon genggam yang mendukung program Java MIDP2. Daftar telepon genggam yang didukung YMTiny bisa dilihat dalam web Yusuf.

SMS Gateway
Ia juga sudah lama meluncurkan program gratis bernama Eazy SMS Gateway. Dengan program ini, pengguna bisa menerima dan mengirim SMS dari perangkat lunak di komputer. Program ini bisa mengelola jawaban ke banyak nomor secara otomatis.

”SMS Gateway termasuk sudah lama, sejak 2004. Programnya sederhana. Semula saya buat iseng, sekadar belajar menemukan sesuatu yang baru. Kemudian, daripada mubazir, mending saya bagi gratis,” katanya.

Dari murni untuk keperluan belajar itulah nama Yusuf mulai dikenal pencari program gratis. ”Program itu masih gratis, karena tak pernah berpikir komersial saya malah lupa tidak mencantumkan harga kalau pengguna ingin versi yang lebih bagus,” katanya.

SMS Gateway bisa juga difungsikan seperti SMS premium. Bedanya, di SMS Gateway nomor yang digunakan nomor biasa. Tarif yang digunakan juga tarif SMS biasa. Sedangkan SMS premium bertarif khusus, tetapi memiliki keunggulan cepat merespons perintah via SMS karena langsung cepat terhubung dengan operator telepon seluler.

Belakangan, Yusuf berpikir untuk mengembangkan SMS Gateway secara profesional. ”Sekarang cuma bisa terhubung dengan satu telepon genggam dan satu nomor, nantinya bisa untuk banyak telepon genggam dan banyak nomor,” katanya.

SMS Gateway bisa dimanfaatkan untuk solusi pengelolaan banyak nomor telepon genggam secara otomatis. ”Bisa dimanfaatkan rumah sakit untuk pendaftaran pasien via SMS, bisa untuk reminder klien, bisa mengelola kontak anggota partai, atau memaksimalkan komunikasi dengan pelanggan,” katanya.

Server pulsa
Hobi mempelajari program yang baru membuat Yusuf terus ”berpetualang”. Kali ini dia ikut-ikutan menciptakan perangkat lunak untuk pengisian pulsa atau akrab disebut server pulsa. Program itu nantinya bisa di-install di komputer untuk dijadikan server yang siap menerima perintah untuk mengisi pulsa telepon seluler.

Perangkat lunak serupa sudah banyak beredar di pasaran, tetapi harganya jutaan hingga belasan juta rupiah. ”Kali ini untuk komersial, tetapi harganya tak akan mahal kok. Nantinya akan ada versi demo sehingga orang bisa mencoba lebih dulu, kalau cocok baru beli,” katanya.

Perintah pengisian pulsa bisa dilakukan lewat SMS atau melalui perintah YM. ”YM ini hanya fitur tambahan. Cara kerjanya sederhana saja, cuma membutuhkan program dengan presisi tinggi,” katanya.

Bisnis server pulsa ini diakui Yusuf sangat kreatif sehingga dia tertarik memahami cara kerjanya. ”Mungkin hanya di Indonesia yang menangkap peluang ini sebagai bisnis server dan bisa dikelola dari rumah,” paparnya.

Program ini sudah 90 persen selesai. Selain program-program itu, jejak Yusuf di dunia maya masih terekam dari perangkat lunak gratis berbasis web yang dibuatnya, yaitu Kamus Orisinil.

Kamus bahasa Indonesia-Inggris dan Inggris-Indonesia ini bisa diakses gratis lewat webnya, http://kamus.orisinil.com. Kamus ini juga bisa diakses lewat telepon genggam. Total jumlah masukan yang ada adalah 250.804 unique records dan 209.003 kata yang terindeks.

Diakui Yusuf, kegemaran utak-atik bahasa pemrograman sejak masih STM itu sering membuat dia lupa waktu. Namun, kini, berkat dukungan keluarga, ia mengaku lebih bisa fokus kepada beberapa prioritas. (Amir Sodikin, Kompas, Selasa, 2 Desember 2008)

Biodata:

Nama:
Yusuf Arief Rahmanto
Lahir:
Makassar, 1 Mei 1978

Istri:
drg Rizka Darmasanty
Anak:
Naila Hannani

Pendidikan:
- SDN Kreo 2, Tangerang
- SMPN 245 Joglo, Jakarta Barat
- STM Telkom Jakarta Barat
- S-1 Teknik Informatika Universitas Bina Nusantara
- S-2 Magister Komputer Universitas Budi Luhur (belum lulus)

Karir:
Programmer di Universitas Atma Jaya

Karya:
- Program YMTiny (Yahoo Messenger Tiny)
- Program Eazy SMS Gateway
- Program Kamus Orisinil.

Blog:
www.orisinil.com

Alamat:
Komplek Ciledug Indah, Jl. Bayu 1 No. 3
Tangerang - Banten

Telp: 021-3279-0402

Baca Lengkap.......

Pengusaha Berdinas Celana Pendek




Bob Sadino, pria berpakaian ''dinas'' celana pendek jin dan kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, ini adalah salah satu sosok entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket), ini mantan sopir taksi dan karyawan Unilever yang kemudian menjadi pengusaha sukses.

Titik balik yang getir menimpa keluarga Bob Sadino. Bob rindu pulang kampung setelah merantau sembilan tahun di Amsterdam, Belanda dan Hamburg, Jerman, sejak tahun 1958. Ia membawa pulang istrinya, mengajaknya hidup serba kekurangan. Padahal mereka tadinya hidup mapan dengan gaji yang cukup besar.

Sekembalinya di tanah air, Bob bertekad tidak ingin lagi jadi karyawan yang diperintah atasan. Karena itu ia harus kerja apa saja untuk menghidupi diri sendiri dan istrinya. Ia pernah jadi sopir taksi. Mobilnya tabrakan dan hancur. Lantas beralih jadi kuli bangunan dengan upah harian Rp 100.

Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.

Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.

Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob.

Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.
Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.

Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.

Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

Anak Guru

Kembali ke tanah air tahun 1967, setelah bertahun-tahun di Eropa dengan pekerjaan terakhir sebagai karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg, Bob, anak bungsu dari lima bersaudara, hanya punya satu tekad, bekerja mandiri. Ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19.

Modal yang ia bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya.

Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. ''Hati saya ikut hancur,'' kata Bob. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ''Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.''

Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari sini Bob menanjak: Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ''warung'' shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.

''Saya hidup dari fantasi,'' kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya. Ayah dua anak ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram. ''Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan harga segitu,'' kata Bob.

Om Bob, panggilan akrab bagi anak buahnya, tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu ia tak ingin berkhayal yang macam-macam.

Haji yang berpenampilan nyentrik ini, penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat-saat yang paling indah baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya. (e-ti/sh)


Biodata:

Nama :
Bob Sadino
Lahir :
Tanjungkarang, Lampung, 9 Maret 1933
Agama :
Islam

Pendidikan :
-SD, Yogyakarta (1947)
-SMP, Jakarta (1950)
-SMA, Jakarta (1953)

Karir :
-Karyawan Unilever (1954-1955)
-Karyawan Djakarta Lloyd, Amsterdam dan Hamburg (1950-1967)
-Pemilik Tunggal Kem Chicks (supermarket) (1969-sekarang)
-Dirut PT Boga Catur Rata
-PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham)
-PT Kem Farms (kebun sayur)

Alamat Rumah:
Jalan Al Ibadah II/12, Kemang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telp: 793981

Alamat Kantor :
Kem Chicks Jalan Bangka Raya 86, Jakarta Selatan Telp: 793618

Baca Lengkap.......

Ahli Radar Dunia, Putera Indonesia




Liem Tiang-Gwan, Putera Indonesia kelahiran Semarang, 20 Juni 1930, ini seorang ahli Radar (radio detection and ranging)yang mendunia. Radar rancangannya banyak digunakan untuk memantau dan memandu naik-turunnya pesawat di berbagai belahan dunia. Bahkan militer di banyak negara Eropa menggunakan jasanya untuk merancang radar pertahanan yang pas bagi negaranya.

Liem Tiang-Gwan, sudah puluhan tahun bergelut dan malang melintang dalam dunia antena, radar, dan kontrol lalu lintas udara. Namanya sudah mendunia dalam bidang radar, antena, dan berbagai seluk-beluk sistem gelombang elektromagnetik yang digunakan untuk mendeteksi, mengukur jarak, dan membuat peta benda-benda, seperti pesawat, kendaraan bermotor, dan informasi cuaca.


”Sekolah saya dulu berpindah-pindah. Saya pernah di Jakarta, lalu di Taman Siswa Yogyakarta, kemudian menyelesaikan HBS (Hoogere Burgerschool) di Semarang tahun 1949. Setelah itu, saya masuk Institut Teknologi Bandung dan meraih sarjana muda tahun 1955. Saya melanjutkan studi di Technische Universiteit (TU) Delft, lulus tahun 1958,” ujar pria yang kini bermukim di kota Ulm, negara bagian Bavaria, Jerman.


”Lalu saya ke Stuttgart dan bekerja sebagai Communication Engineer di Standard Elektrik Lorenz, yang sekarang dikenal dengan nama Alcatel,” kata Liem.


Meskipun sudah bekerja dan mendapatkan posisi yang lumayan, Liem muda masih berkeinginan untuk kembali ke Tanah Air. Ia masih ingin mengabdikan diri di Tanah Air. Maka, tahun 1963 ia memutuskan keluar dari tempatnya bekerja di Stuttgart dan kembali ke Indonesia. ”Apa pun yang terjadi, saya harus pulang,” ujarnya mengenang.


Hidup berubah
Niat untuk kembali ke Tanah Air sudah bulat. Barang-barang pun dikemas. Seluruh dana yang ada juga dia bawa serta. Liem muda menuju pelabuhan laut untuk ”mengejar” kapal yang akan menuju Asia dan mengantarnya kembali ke Tanah Air. Kapal, itulah sarana transportasi yang paling memungkinkan karena pesawat masih amat terbatas dan elitis.


Namun, menjelang keberangkatan, Liem mendapat kabar bahwa Indonesia sedang membuka konfrontasi dengan Malaysia. Karena itu, kapal yang akan ditumpangi tidak berani merapat di Tanjungpriok, Jakarta. Kapal hanya akan berlabuh di Thailand dan Filipina. Maka, bila Liem masih mau kembali ke Indonesia, ia harus turun di salah satu pelabuhan itu.


”Saat itu saya benar-benar bingung. Bagaimana ini? Ingin pulang, tetapi tidak bisa sampai rumah, malah terdampar di negeri orang. Saya memutuskan untuk membatalkan kepulangan. Seluruh koper dan barang bawaan diturunkan lagi, padahal saat itu uang sudah habis. Tetapi dari sinilah, seolah seluruh hidup saya berubah. Saya kembali lagi bekerja di Stuttgart sebagai Radar System Engineer di AEG-Telefunken. Perusahaan ini sekarang menjadi European Aeronautic Defence and Space (EADS),” katanya.


Sejak itu, karier Liem di bidang gelombang elektromagnetik dan dunia radar semakin berkibar. Setelah bekerja di EADS, ia diminta menjadi Kepala Laboratorium Radarsystem-theory tahun 1969-1978, disusul kemudian Kepala Seksi (bagian dari laboratorium), khusus menangani Systemtheory and Design, untuk sistem radar, pertahanan udara, dan Sistem C3 (Command Control Communication). Sebelum pensiun pada tahun 1995, Liem masih menjabat sebagai Kepala Departemen Radar Diversifications and Sensor Concepts.


”Meski sudah pensiun, hingga tahun 2003 saya masih diminta menjadi consulting engineer EADS,” tambahnya.


Paten
Perannya yang amat besar dalam bidang radar, sensor, dan gelombang elektromagnetik membawa Liem untuk mematenkan sejumlah temuannya. Puluhan temuannya diakui berstandar internasional, kini sudah dipatenkan.


”Yang membuat saya tergetar, ketika menyiapkan Fire Control and Battlefield Radars, Naval Fire Control Radar dan sebagainya. Ini kan untuk perang dan perang selalu membawa kematian. Juga saat saya merancang MSAM Systems: Hawk Successor; Airborne High Vision Radar dan sebagainya,” kata Oom Liem.


Dia menambahkan, ”Saya sendiri sudah tidak ingat lagi berapa rancangan radar, antena, dan rancangan sinyal radar yang sudah saya patenkan. Itu bisa dibuka di internet.”


Secara sederhana, ilmu tentang elektro yang pernah ditekuni selama belajar, coba dikembangkan oleh Om Liem. Dalam sistem gelombang radio atau sinyal, misalnya, ketika dipancarkan, ia dapat ditangkap oleh radar, kemudian dianalisis untuk mengetahui lokasi bahkan jenis benda itu. Meski sinyal yang diterima relatif lemah, radar dapat dengan mudah mendeteksi dan memperkuat sinyal itu.


”Itu sebabnya negeri sebesar Indonesia, yang terdiri dari banyak pulau, memerlukan radar yang banyak dan canggih guna mendeteksi apa pun yang berseliweran di udara dan di laut. Mata telanjang mungkin tidak bisa melihat, apalagi dengan teknologi yang semakin canggih, pesawat bisa melintas tanpa meninggalkan suara. Semua itu bisa dideteksi agar Indonesia aman,” tambah Liem.


Akan tetapi, berbicara mengenai Indonesia, Liem lebih banyak diingatkan dengan sejumlah kawan lama yang sudah sekian puluh tahun berpisah. ”Tiba-tiba saja saya teringat teman-teman lama, seperti Soewarso Martosuwignyo, Krisno Sutji, dan lainnya. Saya tidak tahu, mungkinkah saya bertemu mereka lagi?” ujarnya sambil menerawang jauh melalui jendela kaca di perpustakaan pribadinya. (Tonny D Widiastono, Kompas, Selasa, 29 Juli 2008)

Baca Lengkap.......
 

DAFTAR ARTIKEL

Pembaca Setia

Gabung dikomunitas joy-info  [ view | Join ]

TENTANG SAYA

My photo
Terus belajar dan mencari tantangan baru. Tidak lupa mencari teman baru =). "The best is yet to come, Belive !!!"